Kamis, 27 April 2017

PENGERTIAN AUDIT


Pengertian Internal Audit

Secaraumum Auditing adalahsuatu proses sistematikuntukmemperolehdanmengevaluasibuktisecaraobjektifmengenaipernyataan - pernyataantentangkegiatandankejadianekonomi, dengantujuanuntukmenetapkantingkatkesesuaianantarapernyataan -pernyataantersebutdengankriteria yang telahditetapkan, sertapenyampaianhasil-hasilnyakepadapemakai yang berkepentingan.

SedangkanmenurutSukrisnoAgoes, Auditing adalahsuatupemeriksaanyangdilakukansecarakritisdansistematis, olehpihak yang independen, terhadaplaporankeuangan yang telahdisusunolehmanajemen, besertacatatanpembukuandanbukti – buktipendukungnyadengantujuanuntukmemberikanpendapatmengenailaporankeuangantersebut

Sesuaidefinisitersebut, dalampelaksanaanauditingterdapatunsurpentingyaitusebuah proses perolehan data dan proses evaluasibukti-buktidankriteria-kriteria yang telahditetapkan.Bukti-bukti yang diperolehbaik internal maupuneksternalperusahaanakandigunakansebagaibahanevaluasi  agarhasil audit lebihobjektifdandapatdipertanggungjawabkan.

Tujuan Audit Internal

Tujuanutama internal audit adalammembantumasing-masingpimpinanperusahaanataumanajemendalammelaksanakantanggungjawabnyadenganmemberikan data analisa, penilaian, sarandankomentarmengenaikegiatan yang telahdiperiksanya.

Kegiatan-kegiatan yang akandilakukanolehseorang internal auditor untukmencapaitujuantersebutantara lain sebagaiberikut:
1       Menelaahdanmenilaikebaikan, memadaitidaknya dan penerapan dari sistempengendalianmanajemen, pengendalian internal, danpengendalianoperasionallainnyasertamengembangkanpengendalian yang efektifdenganbiaya yang tidakterlalumahal
2       Memastikanketaatanterhadapkebijakan, rencanadanprosedur-prosedur yang telahditetapkanolehmanajemen
3       Memastikanseberapajauhhartaperusahaandipertanggungjawabkandandilindungidarikemungkinanterjadinyasegalabentukpencurian, kecurangandanpenyalahgunaan
4       Memastikanbahwapengelolaan data yang dikembangkandalamorganisasidapatdipercaya
5       Menilaimutupekerjaansetiapbagiandalammelaksanakantugas yang diberikanolehmanajemen.
6       Menyarankanperbaikan-perbaikanoperasionaldalamrangka
meningkatkanefisiensidanefektivitas.

Fungsi Audit Internal 

Fungsi internal audit bagimanajemenmenurut Sawyer (2005:32) antara lain:
1       Fungsipengawasanterhadapsemuakegiatan-kegiatan yang sifatnyatidakmampudiawasisendirioleh top manajement.
2       Fungsiidentifikasidanpeminimalanrisiko.
3       Fungsivalidasilaporankemanajer.
4       Fungsi support ataumembantumanajemendalambidang-bidangteknis / khusus.
5       Fungsimembantu proses pengambilankeputusan.
6       Fungsianalisismasadepan - bukanhanyauntukmasalalu.
7       Fungsimembantumanajeruntukpengelolaanperusahaan.

Jenis – Jenis Audit

Menurut (SukrisnoAgoes, 2004) ditinjaudariluasnyapemeriksaan, makajenis-jenis auditdapatdibedakanatas:
1       Audit Operasional (Management Audit), yaitusuatupemeriksaanterhadapkegiatanoperasisuatuperusahaan, termasukkebijakanakuntansidankebijakanoperasional yang telahditetapkanolehmanajemendenganmaksuduntukmengetahuiapakahkegiatanoperasitelahdilakukansecaraefektif, efisiendanekonomis.
2       PemeriksaanKetaatan (Complience Audit), yaitusuatupemeriksaan yang dilakukanuntukmengetahuiapakahperusahaantelahmentaatiperaturan-peraturandankebijakan-kebijakan yang berlaku, baik yang ditetapkanolehpihak intern perusahaanmaupunpihakeksternperusahaan.
3       Pemeriksaan Intern (Internal Audit), yaitupemeriksaan yang dilakukanolehbagian internal audit perusahaan yang mencakuplaporankeuangandancatatanakuntansiperusahaan yang bersangkutansertaketaatanterhadapkebijakanmanajemen yang telahditentukan.
4       Audit Komputer (Computer Audit), yaitupemeriksaan yang dilakukanoleh Kantor AkuntanPublik (KAP) terhadapperusahaan yang melakukan proses data akuntansidenganmenggunakansistemElektronic Data Processing (EDP).

Audit SistemInformasiBerbasisKomputer

Dengandominannya  penggunaankomputerdalammembantukegiatanoperasionaldiberbagaiperusahaan, makadiperlukanstandar-standarkontrolsebagaialatpengendali internal untukmenjaminbahwa data elektronik yang diprosesadalahbenar. Beberapajenisstandarkontrolyaitu:
1       COSO (Comitte Of Sponsoring Organizationof the treadway commission’s)
Yaitudibentukpadatahun 1985 dengantujuanuntukmenyatukanpandangandalamkomunitasbisnisberkaitandenganisu-isuseputarpelaporankeuangan yang mengandung fraud (penggelapan).Tahun 1992, COSO menyusundanMenerbitkanInternal Control Integrated Framework yang berisirumusandefinisipengendalian intern, pedomanpenilaian, sertaperbaikanterhadapsistempengendalianintern.Tahun 2004, COSO mengembangkan Internal Control Integrated Framework denganmenambahcakupantentangmanajemen  danstrategiresiko yang disebut ERM (Enterprise Risk Manajement).
2       COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology)
Yaitualatpengendalianuntukinformasidantekhnologyterkaitdanmerupakanstandarterbuka yang dikembangkanoleh ISACA melalui ITGI (Information and Technology Governance Institute)padatahun 1992. Tujuandari COBIT yaituuntukmengembangkan ,melakukanrisetdanmempublikasikansuatustandarteknologiinformasi yang diterimaumumdanselalu up to date untukdigunakandalamkegiatanbisnissehari-hari.








DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar